≡ Menu

Kehidupan Bahagia Dalam Dugaan

Print Friendly

By: Wan Nur Hasyimah

HIDUP….

Hidup..
Penuh Dugaan..
Penuh Ujian..

Hidup..
Tak lekang dari cobaan..
Melahirkan airmata hamparan..

Hidup..
Dalam kegelapan..
Teraba-raba mencari kebenaran..

Hidup..
Dalam kesenangan..
Berlumba-lumba mengejar kemewahan..

Lalu di manakah terletaknya kebahagiaan hakiki??
Yang dapat menyelamatkan diri insani..
Dari ditenggelami kehidupan duniawi..

Lalu di manakah kekuatan??
Untuk bisa meneruskan perjalanan..
Di dalam kesesakan dugaan dalam kehidupan..

~Sesungguhnya besarnya ganjaran itu dinilai pada besarnya bala’ yang menimpa. Dan sesungguhnya Allah itu apabila mencintai sesuatu kaum, maka akan mereka itu diberi dugaan. Oleh sebab itu barangsiapa yang redha – dengan ujian yang menimpa, dia akan memperoleh keredhaan Allah dan barangsiapa yang tidak maka padanya kemurkaan Allah. (Riwayat al-Tirmidzi, al-Albani menyatakannya sebagai hasan dalam Sahih dan Dha’if Sunan al-Tirmidzi)

ALLAH SWT berfirman…

ALLAH tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya.” ( Al baqarah :286 )

Dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai dugaan; dan kepada Kami-lah kamu semua akan dikembalikan. [Al-Anbiyaa’: 35]

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,.”(Al Baqarah 155)

Subhanallah.. Alhamdulillah…AllahuAkbar
Kini aku mengerti..
Setiap yang terjadi ada hikmah tersendiri..
Allah uji tanda sayang..
Aku harus kuat dan sabar..
Kerna aku pasti…
Akan ada perkara lebih baik menanti…

Ingatlah.. Apa yang ditetapkan Allah untuk kita itulah yang terbaik!.

WALLAHU’ALAM ^____^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
{ 2 comments… add one }
  • zainalhazmi April 23, 2012, 10:09 am

    Biarlah..

    Bismillahirahmannirahim,
    Aku mulakan lakaran ceritera hidupku dengan nama-Mu YA Allah,
    Mudah-mudahan redha dan rahmat-Mu kuperolehi,
    Demi melayari gelora kehidupan yang pasti menuntut keimanan, ketaqwaan dan kesabaran..
    Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim,
    Bantulah aku demi berpaut diranting yang utuh,
    Demi sayap yang terbang nun jauh,
    Tetapi, kekal di landasan-Mu yang teguh,
    Bukannya diperahu yang rapuh..
    Demi-Mu Ya Allah,
    Aku pasrah dan berteleku di tepian,
    Mengenang nasib yang tidak siapa pun yang tahu,
    Menanam daun-daun ketabahan dan akar-akar kekuatan,
    Demi manjunjung baja kebahagiaan..
    Ya Allah,
    Hari-hari yang semakin cepat berlalu,
    Mengajar aku bertapa manusia sepertiku leka,
    Leka dengan pengaruh barat dan globalisasi,
    Yang menjerat erat kakiku, tanpa aku sendiri menyedari,
    Lepaskanlah aku dari terus dibelenggu ikatan ini,
    Ikatan yang tidak kenal erti kemanusiaan,
    Ikatan yang hanya bisa dirungkai,
    Oleh titis-titis air dari rahmat-Mu yang terlalu jauh dariku..
    Demi Allah,
    Ya, aku mahu Ya Allah,
    Cahaya keredhaan dan petunjuk dari-Mu,
    Agar aku bisa berteleku dengan tenang,
    Dan terus bangkit demi menegakkan tiang yang utuh, kukuh dan padu,
    Tiang agama-Mu, tiang agama kami, ISLAM !!!
    Dan terakhir kalinya,
    Biarlah, apabila senja mulai melabuhkan tirainya,
    Hembusan angin terasa amat sejuknya,
    Bunyi-bunyi kesibukkan dunia mulai berhenti dari kebiasaanya,
    Biarlah,
    Biarlah aku terbangun dari jasadku,
    dengan keimanan dan ketaqwaan yang penuh,
    dibuku catatan-Mu..

  • Tawar April 26, 2012, 9:24 am

    Manusia yg diduga keperitan hidup jarang menceritakan kehidupan mereka kerana dalam keadaaan kesengsaraan, tak banyak perkataan atau madah yg indah lagi berbunga dapat diungkapkan;Hanya pemuisi atau para penceramah yg pandai memainkan kata kata, untuk cuba membawa pendengar atau audien menyelami keadaan sedemikian ; sebilangan besar mereka mungkin tidak pernah mengalamai dugaan yg mencabar dlm hidup mereka.

Leave a Comment

CommentLuv badge

Next post:

Previous post: