Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah;
“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertaqwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah. Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat Penghantar Wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat rasa maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan-akan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya, “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku” – “Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan, “Ummatii, ummatii, ummatiii” – “Umatku, umatku, umatku…” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma solli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi… Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.












{ 103 comments… read them below or add one }
… sedih sungguh… betapa Rasulullah sayangkan kita…sehingga Baginda hanya menyebut-nyebut umatnya walaupun nyawa sampai dad ada di kerongkong… ya allah.. lepas baca ni… membuatkan aku rasa lebih kuat untuk menjadi seorang muslimah yang lebih baik.. akku jugak akan berusaha untuk menyaampaikan dakwah…atau sekurang-kurangnya menegur apa yang salah… ini kerana aku umat Muhammad!
ya Allah..ampuni dosa ku ya Allah…
Ya Rasulullah aku mencintaimu…
ya..Allah.. betapa sayunya kisah di atas.. menggetar seluruh jiwa dan berdebar2 membaca baris-baris ayat kisah Rasulullah saw.. tak sabar nak bertemu denganMu..
Sedih membacanya… Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi..
ya RASULULLAH ….. BETAPA AKU MERINDUIMU.SYUKUR PADAMU YA RABBI KERNA WUJUDNYA RASA INI.KAU BERIKAN AKU RASA YANG BEGITU INDAH .BAGAIKAN CAHAYA PENYULUH DALAM KEGELAPAN…………..
Ya Allah Hu Ya Robbi, tuntunlah hambaMu ini pd jalan yg lurus & dirodhoi-Mu,Yang telah Baginda Nabi Muhammad SAW Contohkan & Ajarkan kpd Umat-Nya, Agar kelak hamba bs brkmpul brsma2 dg orang2 yg Sholeh& yg Mencitai-MU…Amiin.
Allahumma solli ala muhammad….bergenang air mataku..Ya Allah jadikan aku umat Muhammad sehingga akhir hayatku amin…
Artikel yang MESTI dibaca oleh Muslimin & Muslimat.
ALLAHUMMA SOLLI ALA MUHAMMAD SUNGGUH TAK TERBAYANGKAN OLEH KITA NABI MUHAMMAD SAJA SAKARATUL MAUT BEGITU BAGAIMANA KITA YA ALLAH BERILAH KAMI SELALU PETUNJUK AGAR KAMI MATI DALAM ISLAM YA ALLAH YANG MENJADI UMAT NYA BAGINDA KITA RASULULAH SWA
Ya Allah,terlalu sedih dan tersentuhnya hati bila membaca artikel ini,jadilah aku antara yang mendapat syafaat nabi Muhammad s.a.w.
insyaflah wahai manusia, tiada apa yang lebih baik selain ISLAM. solawatla pada Nabi pesuruh ALLAH, niscaya rahmat NYA akan dilimpahkan pada kita semua, amin.
Allahuma solli ala syaidina Muhammad wa’ala ali Muhammad….barang siapa yang berselawat keatas nabi’ Allah akan berselawat keatasnya sepuluh kali..
pertama kali membaca segmen terakhir kehidupan Rasulullah yg mulia ini, terasa diri amat kerdil d ccNYA….betapa tersayatnya hati merasai kpedihan hati para sahabat, Fatimah dan malaikat jibril mnyaksikan saat2 akhir ruh baginda dpisahkan dari badan…betapa kasihnya Rasul pada umatnya dgn 2 peninggalan yg xternilai harganya bg kita mjalani hidup yg fana ini…moga kita semua mcapai husnul khatimah bagi mengecap peluang btemu kekasih Allah yg agung ini..Allahumma solli’ala saidina muhammad…
masyaALLAH..sedih nya detik nyawa Rasulullah d cabuT..walau pun dalam keadaan itu..,Rasulullah saw masih ingaT akan umat nya..selawat keatas mu kekasih ALLAH swt n kaum kerabat serta sekalian sahabat Rasulullah saw..
…. ummat ini sangat bernilai d sisi Allah, sbb itu Allah hantar manusia terbaik ( Rasulullah SAW ) utk kita.. tapi kita lupa semua tu… kita sibuk dgn dunia dan kita telah tinggalkan sunnah2 dlm kehidupan kita.. cukupkah hanya dgn mengucap selawat atas nabi??? tidakk… Rasulullah telah tunjukkan kita satu contoh kehidupan yg mesti kita ikut kalu ingin berjaya dunia dan akhirat.. usaha atas IMAN & AMAL kita.. dan jumpa semua manusia d dunia ni kerna mrk jg ummat nabi … Nabi kita sgt2 berkeinginan agar seluruh ummatnya masuk ke dlm syurga tanpa terkecuali.. sbb itu baginda telah korbankan seluruh kehidupannya…
dalam sunnah ada kejayaan..
Ya Rasulullah saya amat menyayangiMu
sangat jelas dan terang benderang bahwa sebagai umat Muhammad Saw dan hamba Allah Swt tidak mempunyai daya upaya, dihadapan hakim, polisi, KPK boleh2 saja berkilah sakit dan segala macam tapi bila saatnya tiba ………………….
ALLOH humma solliala sayidinna Muhammad…
wa`ala ali sayidinna Muhammad.
subahanallah..betapa kecil nya hamba ini.”ya Allah ya tuhan kuberikan kan ku hidayahmu agar sentiasa mengingati-MU dan kekasih-MU nabi Muhammad s.a.w..
Wahai kekasih Allah…………………. Yaa Rosululloh……… aku cinta pada engkau ya Rosul, tlg berikan shafaatmu untukku selalu. Amien
I ♥ Allah and Rasulullah Forever. Amin
Ya Allah.. Tersentuhnya ati hambaMu ni bila membaca kisah kekasihMu Rasulullah sollallahhu ‘alaihi wasallan d ambang maut.. Ahakss.. Semoga roh Rasulullah sentiasa d cucuri rahmat.. Amiin..
*wasallam (typo-error)
Tak Terasa Menetes air mata ini saat membaca artikel yang penuh makna dan pembelajaran tersebut…betapa cintanya Rasulullah Muhammad SAW terhadap kita semua, bahkan saat ajal menjemputpun yang masih Beliau fikirkan adalah kita semua yang mengaku sebagai umatnya…tetapi sudahkah kita mencintai Beliau setulus hati dengan menjalankan Al Quran dan Sunah Beliau..? Ya Junjungan Kami Rasulullah Muhammad, Doakanlah Kami Semua Agar selalu menjadikan Engkau Sebagai Suri Tauladan kami….berkanlah Syafaat Engkau kepada kami semua..Amin Ya Robal Alamin
SubhanaALLAH..Maha Besar ALLAH..Maha Penyayang ALLAH mengirimkan kami insan yang terlalu mulia..walau tak pernah kami tatap wajahmu, rasa rindu dan cinta tersemat jauh di dalam hati kami hanya pada mu..moga kita dipertemukan di pertemuan yang terbaik di akhirat nanti YA RASULULLAH HABIBULLAH..amiin..
Selawat dan salam ke atas junjugan besar Nabi Muhammad s.a.w… moga2 daku menjadi ummat-mu ya Rasulullah
subahanallah……
Masyallah! Subhanallah.. tk perlu diragukan betapa sayangnya Nabi kepada umatnya..
Aku terlalu mencintai mu ya Rasulillah…
MasyaAllah..
InsyaAllah…semoga kita diberi rahmat untuk bertemu Rasulullah di syurga kelak.
MasyaAllah..menitis air mataku membaca bertapa sayangnya Rasullullah SAW kepada kita semua..tak dapat dibayangkan sekiranya diri ini berada disaat roh kekasih Allah ini di jemput malaikat maut..Allahuma solli ala syaidina Muhammad wa’ala ali Muhammad..sesungguhnya aku amat merinduiMu ya Rasul Allah..semoga tergolong dalam yang mendapat syafaatMu di akhirat kelak..Amin Ya Rabbal Alamin
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat rasa maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”
MasyaAllah…..menitis air mata ni membacanya. tq myibrah. semoga keberkatan di sisi anda..insyaAllah!
sesungguhnya..aku mencintai Rasulullah..
assalamualaikum.w.w. subhanallah.. Allahumma shalli’ala muhammad wa ‘ala ali muhammad.. cerita ini sudah berkali-kali ana membacanya,, namun setiap membaca air mata slalu berlinangan.. begitu besar cinta Rasulullah kepada umatnya…
Wa alaykumus salaam Wr Wb…
Betul… saya pun demikian, saudaraku.. Air mata tak sanggup terbendung.. menitik begitu saja selesai membaca kisah ini, walau sudah berulang kali kita membacanya…
Rasulullah begitu mencintai kita sebagai ummatnya! Semoga kitapun tetap mencintainya hingga akhir hayat kita, dan semoga kita memperoleh syafaatnya di akhirat kelak… Allahumma shali ‘ala Muhammad wa’ala ali Muhammad… Aamiin yaa robbal ‘aalamiin…
itulah kekasih AllahSwt,begitulah cintanya nabi pada umatnya,Nabi kita Muhammad saw.manusia paling sucipun,merasa siksanya sakaratulmaut,kita umatnya yg penuh dosa,dan yg lemah iman ini,bagaimanakah siksanya nanti, AllahuAkbar,Engkau maha besar maha pengasih lagi penyanyang,berikanlah kami hidayahmu ya Allah
Allahumma solli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi……
subhanallah
maha suci Engkau yaa rabb
ciptakan utusan
yang
sangat mencintai umatnya./
Allahhumma shalli’ ala syaidinna muhammad wa ‘ala ali ‘ala syaidinna muhammad..X3
semoga kita smua di berkati oleh Allah ‘subahhana wa ta ‘ala..AMIN
allahuma soli ala saidina Muhammad wabarik wasalim. Tempatkan la ya Allah nabi Muhammad s.a.w kedudukan yang tertinggi seperti mana yg telah kau jajnikan., ya Allah permudahkan kematianku, ibu dan ayahku ,kaum keluarga ku serta kaum muslimin dan muslimat.Amin….
amin ya rabalalamin
Ya Allah, aku ingin menjadi umat Rasulullah.. Ingin ingin di bawah payungnya di akhirat.
Ya Allah semoga aku dan ahli keluarga serta seluruh umat rasullulah di bawah payungnya di akhirat kelak…amin
Betapa aku bangga menjadi umatmu YA Rasulullah !!..
subhanallah besarnya kasih nabi S.A.W terhadap kita umatnya..sungguh tidak ternilai kasihnya kepada kita..
Masya Alloh ya robb begitu menyayat hati membaca cerita ini seolah-olah hamba sedang berada didlm ruangan itu, Ya Alloh ya rohman ya rohim berikan tempat yang mulia disisi-MU untuk junjungan, panutan dan pemimpin kami umat islam Baginda Rosululloh Muhammad SAW yang begitu menyayangi ummatnya.
SubhanaAllah ya Allah. Tuhan yg tlh mensyariatkn seruan azan dan solat yg didirikn kurniaknlah kpd Nabi Muhammad s.a.w kedudukan yg tertinggi dan terpuji yg telah Dikau janjikan.sesungguhnya Dikau tdk pernah memungkiri janji.ya Allah Kau prmudahknlah cara kematianku beserta k
kaum keluargaku ini.amin.yarabbalalamin.
Allah, betapa cintanya rasulullah kpd kita….sehingga di saat akhir hidupnya, masih menyebut ummatii ummatii ummati… menitis air mata mmbaca kisah ini….. Allahummas salli ala saidina muhammad….
i <3 Rasulullah
Ya allah ya tuhan ku sampaikan rahmat ke atas junjungan kita nabi Muhammad saw . Semoga dengan keberkatannya kita semua tidak lalai didunia yang penuh cabaran ini. Tanpa mu siapalah kami………….
allahuma soli ala saidina muhammad,waala ali saidina muhammad..subhanallah..
Boleh tak sahabat² confirmkan dalil-dalil bertentangan kata-kata “ummati, ummati, ummati” tersebut? Mengikut sumber di bawah, itu adalah satu pembohongan. Wallahua’lam
Mohon pencerahan drp sesiapa yang arif.
Sumber: http://mediasiber.com/kata-kata-terakhir-rasulullah-sebelum-wafat/
hidup baginda x penah kenyang dengan memakan roti gandum, tidur berlaskan pelepah tamar …..
Yaa Rasulullah aku mncintaimu ..
citer ni dah banyak kali aku baca…tapi setiap kali aku baca,mesti sebak di dada.kadang2 nangis..Ya Nabi salamua’laikaa..
Ya Rasullulah…betapa mulianya dirimu….
Pemimpin Agong yg tak da tolok bandingnya
memang berlinang air mata bila membaca saat2 perpisahan Rasulullah dgn. para sahabat…..
Sayu sekali perasaan ku…
begitu mendalam cinta Rasulullah pd kite…
Ya Allah..
Allahamdulilah, kisah sedikit sebanyak menyedarkan aku dr tidur yg lena…
Allahumma shalli ‘ala shaidina Muhammad wa ‘ala alìh shaidina Muhammad
most sadly story in my whole life….
Allahhu akbar…..
Assalaamu’alaikum semua
Baginda s.a.w. sungguh mengasihi kita ummatnya. Mari kita ‘pelihara’ ALlah swt.
Hanya Islam cara hidup yang sebenar. Kita mesti kembali kepada cara hidup ini,
untuk hidup kekal abadi di akhirat kelak. Ayuh! Buang kotoran dosa di hati, ganti
dengan iman. Lahirkan dalam amalan.
WaLlahu’alam
Salam,
Bynk juga website/blog menceritakan hari terakhir kematian Baginda S.A.W. Setiap kali membacanya, rasa sayu,sebak & menitiskan ari mati…moga kita tergolong dlm umatnya.
semoga kita diberi kekuatan dan kesehatan utk mencontohi akhlak Baginda S.A.W dan mengikuti dan mengamalkan sunnah2nya. Semoga kita diakui Baginda sebagai umatnya yg memperoleh syafaat dan dpt minum air dr Telaga Kausar Baginda S.A.W
Allahhumma shalli’ ala syaidinna muhammad wa ‘ala ali ‘ala syaidinna muhammad..X3
Saat sakaratul maut, bukan anaknya, isterinya, keluarganya tetapi umatnya yang disebut, betapa rasulullah sangat mencintai umatnya, mudah2an kita termasuk umatnya yang dicintainya dan mendapat safaat di hari kiamat nanti. amin
subhanallah…ga bisa berkata2
Subhanallah.,
Allah maha Pengasih dan Penyayang.,
telah murunkan utusan trakhir’y yaitu nabi Muhammad agar umat manusia berada di jalan yg lurus.,
salam bwtmu duhai kekasih Allah.,
berikan safaat kpd kami umatMu agar kami bisa menemuimu di syurga.,
Aamiin.,
meruntun jiwa ,saya cinta Muhammad…indeed!
subhanallah. .
aku sangat cintaimu ya muhammad
Allahumma sholli’alaa muhammad
SUBHANALLAH
Dah banyak kali baca artikel ni..air mata ni tetap mengalir…biarkn ia mengalir kerana air mata ini belum cukup ntuk menebus rinduku padamu..ya Rasul Allah….
izin copas ke blog….
Ya Allah…aku terkedu..sngt2 terkedu..begitu byknya dosa ini..alangkah hebatnya sakit yg akan ku tanggung… sepertimana hebatnya Rasulullah saw menahan sakit menghadapi sakaratul maut… bagaimana kah hebatnya yang akan ku hadapi…? berilah aku hidayah ya Allah…
Speechless :^)
tak mampu berkata kata lagi..
Subbanallah…
aku cinta Rassulullah…
riwayat yg lebih kukuh mengatakan rasulullah menyebut “ila rafiqil a’la” iaitu bersama sahabat yg tinggi.. bukan nya menyebut ummati 3x..
Dihujung hayat Baginda Rasulullah masih menyebut Ummati! Ummati ! Ummati!
Subhanallah, sayunya…
Ya Allah moga cinta ku padaMU dan pada RasulMU terus mekar…Aamiin Ya Allah..
Subhanallah…semoga kita sebagai umatnya memperolehi syafaat di akhirat nanti…Amin.
Subhanallah…hebat sungguh cinta Rasulullah kepada umatnya…
aku cinta Rasulullah…
Alhamdulillah, syukur kerana saya dilahirkan sebagai seorang Islam.
hati ini bergetarr……..perasaan haru tak bisa di bendung…wahai kekasih alloh..aku bangga sebagai umat mu…..mempunyai seorang pemimpin yang mencintai umatnya…yang peduli akan nasib umatnya di kemudian hari…andai aku hidup di zaman mu….terasa nikmat hidup ini….i luv muhamad rosululloh………
bykkanlah bersolawat tanda cinta kita kepada baginda
Subhanallah..sedangkan Baginda yg sudah ditetapkan Ahli Syurga pun merasa betapa sakitnya saat2 sakaratulmaut..apatah lagi kita..manusia kerdil lagi daif yg hidup penuh dengan dosa dan noda..sama2lah kita perhalusi solat dan mendirikannya sebaik yg termampu..semoga kita semua mendapat syafaat Baginda di akhirat nanti…Amin..
semoga aku diberikan tawfik dan hidayah….amin
Allahhumma shalli’ ala muhammad wa ‘ala ali ‘ala muhammad..X3
syukur kehadratmu ya allah krn m’berikn perasaan ini..sukar utk djelaskn smoga hr2 yg dlalui nnti akan lbh sbr mncri jln yg e’kau redhai..
Ya Nabi salam alaika…
Aku rindu Rasullullah…Aku sayang Baginde.
marilah kita perbanyak kan selawat ke atas nabi junjungan kita sambil renungkan sedalam mungkin sejauh manakah rindu kita padanya jika kita hanya berselawat padanya hanya pada waktu solat.
Aku mencinta mu ya rasullullah
Allahumma sholli’alaa Muhammad wa ‘ala ali ‘ala Muhammad 3x.
Saya terharu dan hati berdebar… Di saat Izrail melakukan tugasnya, Rasullullah masih mengucapkan “Ummatii, ummatii, ummatiii” – “Umatku, umatku, umatku…” Subhanallah tingginya dan hebatnya cinta Rasulullah kepada umatnya. Banyakkanlah berselawat ke atas Baginda Rasullullah. Semoga kita medapat syafaat baginda.
Ya Allah, tempatkan lah baginda Rasullullah Nabi Muhammad saw kedudukan yang tertinggi seperti mana yang telah Engkau janjikan.
Ya Allah, golongkan hambaMu ini, suami ku, kedua ibu bapa ku, anak-anak ku dan semua keluarga ku, kaum muslimin dan muslimah orang-orang yang beriman. Jadikan lah kesudahan kami sebaikbaik kesudahan dan jangan jadikan kesudahan kami seburuk-buruk kesudahan. Amin…
Aku cinta Muhammad S.A.W,,,aQ bnr2 terharu dgn cerita ini,,
allah ampunkan dosaku….jadikan lah aku sebagai umat rasullulah.bukakanlah pintu hatiku untuk terima hidayah darimu
Ya Allah…….ampunilah dosa2 hambamu ini….
aku tak layak masuk syurgamu Ya Allah….
Ampunilah aku Ya Allah…
Aku mohon syafaat Muhammad S.A.W…
amin………
ya Rasulullah…aku mencintai mu…….
Allahumma shalli ‘ala shaidina Muhammad wa ‘ala alìh shaidina Muhammad
Allahumma shalli ‘ala shaidina Muhammad wa ‘ala alìh shaidina Muhammad
Allahumma shalli ‘ala shaidina Muhammad wa ‘ala alìh shaidina Muhammad
Allahumma shalli ‘ala shaidina Muhammad wa ‘ala alìh shaidina Muhammad
ya allah , ya rosul, mbah ahmad, mbah jalil ingsun nyuwun dicangking
Subhanaalloh,,,,
Allohumma soliala muhammad wa’ala ali sayidina muhammad
Sedihnya..tak sedar air mata mengalir..ya allah kau peliharalah kami umat muhammad ini akan iman kami dan jangan lah kau ambil nyawa kami dalama keadaan tidak baik..allahumMah tim ajalana bi khusnil khotimah wala takhtim alaina bisuil khotimah..e
Allahuma soliala syaidina muhammad wa ala ali syaidina muhammad.. sholu wabarik wasalam alaika..
Ya ALLAH,, sampaikanlah selamatku atas Rosulmu muhammad dan sampaikan salamku padanya… AMIIN….
{ 2 trackbacks }